Ancaman Debu

Saat ini asma merupakan salah satu penyakit yang makin lama semakin banyak penderitanya, khususnya di negara-negara Asia Pasifik. Penyakit ini kini tidak hanya menyerang anak-anak, tapi juga orang dewasa dan lanjut usia. “Satu pemicu utama timbulnya asma adalah faktor polusi udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotor,” ujar Prof. Dr. Hadiarto Mangunnegoro, Sp.PD, FCCP.

Unsur kimia berbahaya yang terdapat dalam emisi gas buang serta debu jalan sangat mudah memicu timbulnya asma. Begitu udara kotor itu terisap, saluran pernapasan penderita asma yang rentan akan meradang dan membengkak. “Akibatnya saluran napas menyempit dan aliran oksigen masuk dan keluar pun terhambat,” jelas Kepala rumah sakit Asri, Duren Tiga, Jakarta Selatan itu.

Namun berada di dalam mobil yang tertutup pun bukan berarti aman. Menurut Prof. Hadiarto, kabin mobil yang kecil memiliki kadar alergen (pemicu alergi) cukup tinggi yang bisa menimbulkan asma. “Tak heran penderita asma yang menjadi pasien saya kerap mengatakan merasa sesak napas dan batuk saat berada di dalam mobil. Apalagi saat terkena embusan AC yang dingin,” kata pehobi otomotif ini.

Alergen yang bisa memicu asma mudah sekali bersarang di kabin mobil. Ia bisa menempel di material kain yang dipakai untuk pelapis jok, panel pintu atau plafon. Bisa juga pada material bulu yang banyak digunakan sebagai karpet dasar. “Boneka yang sering dipakai hiasan di mobil pun bisa menjadi penyebab,” ucap pembesut Nissan X-Trail dan Latio ini.

Serangan asma bisa terjadi tiba-tiba, bahkan saat mengemudi. Umumnya diawali dengan batuk keras. Setelah ini dada terasa berat dan timbul sesak napas yang menyiksa. Napas penderitanya pun menimbulkan bunyi. “Kalau sudah terjadi seperti ini harus lekas berhenti karena hanya bisa diatasi dengan obat asma,” lanjut pria ramah yang suka bercanda ini.

Obat asma yang umum adalah yang model diisap atau dihirup (asthma inhaler). Obat ini bisa langsung melegakan saluran pernafasan jika terjadi serangan asma hanya dalam hitungan menit. Begitu kembali bernapas dengan lancar pun anda jangan lekas mengemudi, pastikan Anda bisa mengontrol mobil dengan optimal.

Bersihkan AC dengan rutin

“Kondisi kebersihan saluran AC mesti dikontrol dengan ketat,” ungkap Prof. Hadiarto. Soalnya peranti ini meniupkan udara dingin ke kabin. Jika kotor atau berisi kuman, maka secara otomatis kita akan menghirupnya.

Salah satu langkah preventif adalah dengan membersihkan filter AC. Usahakan setiap 5.000 km filter dibersihkan dengan meniupkan udara bertekanan dari kompresor. Lalu setiap 15.000 atau 20.000 sebaiknya filter diganti agar fungsi alat ini selalu bekerja optimal.

Kisi-kisi atau saluran AC juga merupakan objek yang mesti rajin dibersihkan. Soalnya debu yang bersifat alergen kerap berkumpul di bagian tersebut.

Usir debu di kabin

Debu yang menempel di jok, panel pintu serta karpet juga merupakan alergen. Hal ini berarti Anda mesti rajin membersihkan bagian-bagian tersebut, kalau bisa seminggu sekali atau paling lama 2 minggu sekali.

Caranya mudah. Gunakan vacuum cleaner untuk mengangkat debu dari karpet dan jok. Kalau enggak punya alat penyedot debu itu, bisa pukul-pukul jok dengan sapu lidi. Begitu debu terbang, tiup keluar kabin menggunakan kipas angin. Namun, kalau tak mau repot, bawa saja mobil Anda ke salon mobil untuk dibersihkan interiornya.

Noda kotoran, khususnya yang berasal dari makanan dan minuman, yang menempel di kabin mobil juga mesti disingkirkan. Sama seperti debu, kotoran ini merupakan sumber kuman yang potensial. Semprot noda tersebut dengan interior cleaner,  gosok dengan sikat dan angkat noda menggunakan kain mikrofiber.

Facts in number
• Menurut data WHO pada 2007, terdapat 300 juta orang di seluruh dunia yang menderita asma.
• Masih dari data yang sama, setiap tahun 250 ribu orang meninggal karena asma.

Penulis : Dwi Wahyu R  (Auto Bild Indonesia Edisi 184. 12-25 Mei 2010)

  • Comments
Leave a Reply

Logged in as - Log out

Reply to:

2014 © Dokter Spesialis Paru