Apa sesungguhnya batuk itu?

Batuk bisa merupakan suatu penyakit, bisa juga tidak. Batuk dari sananya, dari Penciptanya, bukan untuk penyakit. Itu untuk perlindungan, mekanisme defensif dari seorang manusia. Itu adalah fungsi dasar batuk.

Batuk mana yang merupakan mekanisme pertahanan dan mana yang disebut penyakit?
Biasanya kita lihat dari intensitas dan durasinya. Kalau untuk pertahanan, biasanya sebentar. Batuk itu ‘kan untuk mengeluarkan dengan cepat suatu benda yang ada dalam saluran napas. Batuk kecepatannya bisa puluhan kilometer per jam. Kalau bersin bisa ratusan kilometer per jam. Dengan kecepatan seperti itu, dengan sendirinya mereka bekerja cepat sekali. Kalau melalui sistem dahak, pelan ‘kan, mungkin makan waktu beberapa jam sampai satu hari baru keluar.

Kalau batuk terus-menerus, lama, berjam-jam, berhari-hari, apalagi berbulan-bulan, itu sudah hampir pasti bukan suatu keadaan yang fisiologi. Itu sudah merupakan suatu manifestasi dari suatu penyakit. Artinya batuk ditimbulkan suatu proses yang terus-menerus berjalan. Saya ambil contoh saja proses seperti infeksi pada saluran napas, bronkhitis.

Apa yang menimbulkan batuk?

Batuk ‘kan refleksnya di saluran pernapasan, disebabkan oleh rangsangan yang ada di saluran itu. Bahkan daerah perut pun bisa merangsang batuk. Kemungkinannya adalah kuman atau partikel itu masuk karena tersedot melalui hidung atau mulut, masuk ke dalam saluran pernapasan.

Tapi mungkin juga karena sebab internal. Artinya dalam tubuh sendiri misalnya terdapat sinusitis. Nah biasanya ada lendir. Lendir itu akan turun. Kemudian dia biasanya akan tertelan melalui kerongkongan, atau dia bisa ke saluran napas, terutama waktu tidur, dan ini menyebabkan batuk. Di samping itu karena lendirnya ada kumannya, menyebabkan infeksi saluran napas.

Penyebab lain yang di luar masalah paru; lambung juga dapat menyebabkan batuk. Dan barangkali baru belakangan ini mulai agak banyak dibahas, yaitu yang kita sebut sebagai reflax. Reflax artinya pencernaan itu ‘kan mestinya terus sampai ke usus, tapi dia balik lagi akhirnya sampai kerongkongan. Dari lambung itu cairannya umumnya berisikan asam, asam ini yang kemudian bisa mengiritasi saluran napas dan itu bisa menyebabkan batuk.

Yang penting adalah membedakan batuk akut atau kronik. Biasanya batasannya macam-macam, tapi umumnya minggu. Jadi kalau batuk lebih dari seminggu itu subakut. Tapi kalau kronik, yang dihubungkan dengan TBC, itu kira-kira tiga minggu ke atas.

Nah ini penting karena yang paling banyak menyebabkan batuk yang di bawah tiga minggu biasanya flu dan alergi. Kalau flu, nanti bisa dibedakan lagi, apakah ini flu saja atau ada komplikasi yang lain. Kita sebagai dokter harus menentukan, dia harus dikasih antibiotik atau tidak. Dia harus di-follow-up atau tidak. Dia harus diperiksa nggak dahaknya, harus di-rontgen atau tidak.

Apa yang perlu diperhatikan dalam menggunakan obat batuk?

Orang mengira obat batuk adalah obat yang bisa menghilangkan batuk, karena itu mereka selalu mencoba minum obat-obat batuk yang dijual. Tapi ‘kan kebanyakan kemudian tidak hilang, kalau itu batuknya karena penyakit. Kalau dia flu, makan obat atau tidak, satu minggu akan baik. Jadi obat batuk dalam hal ini nggak terlalu penting. Dia hanya untuk simtomatik. Virus flu itu self limiting, hidupnya terbatas, paling lama dua minggu.

  • Comments
Leave a Reply

Logged in as - Log out

Reply to:

2014 © Dokter Spesialis Paru