Asma dan Sinusitis

Pasien Adhi laki-laki 15 tahun datang dengan keluhan batuk dan sesak berulang sejak balita hampir tidak pernah bebas dari gejala, sejak awal dinyatakan asma oleh dokter atas dasar alergi. memang dilingkungan keluar banyak yang yang mengidap asma dan sebagian alergi. sudah diberi obat asma termasuk inhaler Ventolin namun keluhan tetap hilang timbul, disamping batuk sesak sering mengalami pilek. Pada pemeriksaan terdapat bunyi mengi yang dapat didengar dengan stetoskop, selanjutnya dibuat foto Rontgen paru, laboratorium dan tes fungsi paru semua hasil menunjukkan asma yang masih aktif disertai alergi. Oleh karena sering mengeluh pilek dimintakan foto sinus hasilnya ternyata kedua rongga sinus berselubung yang berarti ada lendir didalamnya.

Setelah dikonsulkan kedokter THT memang diagnosis sebagai sinusitis maksilaris duplex. Kesimpulan Adhi mengidap bukan hanya asma saja tetapi juga sinusitis, itulah sebabnya mengapa asma Adhi tidak dapat dikendalikan atau dihilangkan.  Sinusitis menjadi penyakit yang sering terdapat pada penderita asma antara 30-50% penderita asma juga menderita sinusitis tergantung beratnya asma , sinusitis perlu diduga apabila terdapat tanda2 sbb:

Nyeri disekitar dahi, rahang atas, gigi, sekitar mata, kepala bagian atas dan leher. Pada keadaaan yang lebih berat sering memberikan gejala: dahak atau ingus hijau kuning ditenggorok, nyeri tenggorok, demam, cepat cape, batuk.
Bagaimana hubungan asma dengan sinusitis?

Banyak penelitian yang membuktikan adanya hubungan asma dengan sinusitis, dari salah satu studi 2006 membuktikan mereka yang mengidap kedua penyakit tersebut umumnya: cenderung mempunyai gejala sama yang lebih berat, sering kambuh, tidur sering terganggu.

Sinusitis yang dibarengi asma lebih sering pada perempuan  dari laki laki. Gangguan asma lambung (acid reflux) dan kebiasan merokok dapat meningkatkan risiko pasien asma mendapat sinusitis juga.
Bagaimana menangani asma yang disertai sinusitis?

Yang paling penting lakukan pemeriksaan yang lengkap untuk mendapatkan kepastian diagnosis, beratnya penyakit, alergi, komplikasi (infeksi) dan faktor risiko seperti gangguan asam lambung serta kebiasaan merokok.
Periksa foto rontgen, foto sinus, laboratorium, tes alergi serta tes fungsi paru termasuk pengujian obat obat pelega napas (bronchodilator).

Konsulkan ke ahli THT untuk memastikan sinusitis apakah karena alergi atau infeksi atau keduanya serta pengobatannya.  Buat program pengobatan jangka pendek menengah dan jangka panjang (maintenance therapy) serta program penanganan pada serangan akut atau kambuh. Bagaimana pengobatan yang benar untuk asma dan sinusitis?
Pengobatan sangat penting untuk mencegah memburuknya sinusitis yang akan berakibat asma akan memperberat asma.

Pengobatan pada asma  terdiri dari dua kategori yaitu:

  • Pengobatan untuk serangan asma atau pelega, bekerja melebarkan saluran napas (bronchodilator) menangani dengan cepat serangan asma dengan melebarkan sauran napas Obat obat tersebut tidak mempengaruhi penyakit jadi hanya bekerja mengatasi gejala. Obat inhaler seperti ventolin, bricasma, berotec, atrovent termasuk golongan ini dapat diberikan dalam bentuk tablet namun kurang direkomendasi oleh karena efek samping yang lebih banyak.
  • Pengobatan pengendali (maintenance therapy). Pengobatan hanya dengan pelega saja sama sekali tidak memecahkan persoalan asma, dalam jangka panjang hanya akan memperburuk penyakit. Disinilah kesalahan terbanyak dalam penanganan asma yaitu hanya menggunakan obat pelega saja. Pengobatan dengan obat pengendali merupakan kunci keberhasilan terapi asma terkini. Obat yang paling direkomendasikan adalah inhaler steroid yang dapat diberikan dalam jangka panjang dengan efek samping yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan bentuk tablet. Untuk anak 5 tahun keatas dan dewasa derajat sedang dan berat direkomendasikan menggunakan kombinasi inhaler streroid dan obat pelega yang bekerja lama (long acting bronchodilator) dalam satu kemasan yang sangat praktis dalam pemakaiannya.

Pengobatan pada sinusitis

Mengobati sinusitis akan sangat membantu pengendalian asma serta mencegah perburukan sinusitisnya. Pengobatan yang direkomendasi untuk sinusitis yaitu:

  • Semprot hidung dengan steroid untuk meringankan radang (inflamasi).
  • Decongestan atau antihistamin (antialergi)
  • Obat simptomatik lainnya seperti pereda nyeri
  • Bila ada tanda infeksi antibiotik harus diberikan
  • Hindari faktor pencetus pada pasien alergi


Kesimpulan dan saran.

Pada pasien asma yang sukar dikendalikan karena sering kambuh walaupun sudah mendapat pengobatan yang memadai perlu dipikirkan penyakit yang yang menyertai salah satunya adalah sinusitis. Dengan penanganan yang komprehensip pada kedua penyakit tersebut   diharapkan penderitaan akan jauh berkurang diikuti oleh perbaikan kualitas hidup hingga pasien asma tetap aktif dan produktif.

  • Comments
Leave a Reply

Logged in as - Log out

Reply to:

2014 © Dokter Spesialis Paru