Nyeri Dada Waktu Batuk

Dear Prof Hadi,

Ayah saya usianya 67 tahun,
merokok hingga 40th berhenti setelah serangan jantung.
Sekarang sudah terkena stroke sejak 8 th lalu.
setelah stroke agak sedikit asma, suka bersin keras bila ada angin.
Belakangan ini sering batuk keras dan nyeri sekali di dada.
biasanya kami berikan oksigen selang, untuk membantu bernafas.

Pertanyaannya:
1. Apa yg harus dilakukan bila sakit didada tidak hilang.
(diberi obat penghilang nyeri jga tidak hilang)
2. Penggunaan oksigen apa ada dosisnya.
3. Penggunaan seretide inhaller apakah memicu batuk.
Obat yg diminum, ventolin, euphilin rutin 2x sehari,
sementara seretide hanya sekali2.

Terima Kasih,
Best Regards,
Kamila

This post was submitted by kamila.

  • Comments
10
  1. Hadiarto Mangunnegoro  Reply

    Dari paparan anda agaknya penyakit ayahanda cukup complicated dan saling berkait antara kebiasaan merokok,darah tinggi? penyakit jantung koroner? stroke dan "asma" (ada riwayat atau keturunan?), yang dimaksud dengan asama kelihatannya lebih cocok untuk Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK/COPD) yang sering terdapat pada perokok lumayan berat (40 tahun).

    Pada PPOK terjadi penyempitan pada seluruh saluran napas bawah yang mengakibatkan udara susah keluar masuk paru paru terutama pada waktu mengeluarkan napas keadaan ini diperburuk dengan stroke karena pada pasien pasca stroke sering terjadi gangguan menelan akibatnya isi mulut yang seharusnya masuk saluran pencernaan sering kesasar kesaluran napas,keadaan ini mengakibatkan batuk batuk keras yang meregangkan tulang dan otot dada sebagai salah satu keterangan mengapa nyeri.

    Saran saya kalau makan minum harus pelan agar tidak keselak jangan makan atau minuman yang merangsang tenggorok, oksigen boleh diberikan kapan saja 1-2 liter/menit aman kok. Usahakan posisi kepala selalu lebih tinggi dari dadanya. Setahu saya Seretide Inhaler harus diberikan rutin 2x 1 isapan sehari tidak ada gunanya hanya sekali2, obat minum lainnya ok. Hope it can help you Kamila.

Leave a Reply

Logged in as - Log out

Reply to:

2014 © Dokter Spesialis Paru