Pastikan si Embak Sehat

Pasca hari raya, gelombang penduduk pendatang mengalir ke kota-kota besar. Kebanyakan menyasar kerja, termasuk menjadi pembantu rumah tangga.

Yangbutuh juga tidak sedikit, dengan syarat utama niat bekerja dengan baik. Nah, sekarang syarat itu rasanya sudah tidak cukup lagi. Dokter spesialis* penyakit dalam Ari Fahrial Syam mengingatkan, “Satu hal yang harus kita ketahui dari para pendatang baru ini adalah apakah mereka sehat? Apakah mereka terbiasa dengan perilaku hidup sehat?”

Pasalnya, para pekerja rumah tangga rata-rata bertugas mengurus rumah sekaligus menjaga acak. Apalagi jika orang tua bekerja di luar rumah. Sudah pasti masalah kesehat-an pembantu harus dijadikan perhatian.

Ari sempat berkisah, salah satu anak kerabatnya yang baru berusia lima tahun tiba-tiba divonis Tb. Padahal kedua orang tuanya tidak pernah menderita Tb sejak si anak lahir. Lalu muncul dugaan, anak ditularkan Tb dari pengasuhnya.

Spesialis paru Prof Hadiarto Mangunnegoro mengingatkan, balita cukup rentan terkena Tb. “Jadi ada baiknya pembantu baru diperiksakan ke dokter atau puskesmas, apakah mereka membawa penyakit atau tidak, menderita Tb atau tidak, menular atau tidak,” jelasnya saat ditemui di RS Asri, Jakarta, Rabu (29/9).

Dari pengamatan saja, Tb bisa ditandai dengan beberapa kondisi. “Biasanya ketika batuk, diminumin obat lalu akan hilang. Tapi, kemudian kambuh lagi dan lama-lama semakin sering,” katanya.

Gatal-gatal

Selain flu dan batuk, gejala Tb yang kasat mata ditandai dengan badan kurus dan tidak nafsu makan. Buat orang muda, batuk darah merupakan gejala paling nyata dari Tb, sementara pada orang tua, batuk darah bisa berarti Tb atau kanker.

Keluhan lain dari gejala Tb, ditambahkan Ari, dapat dilihat dari kondisi demam tapi tidak terlalu tinggi terutama pada malam hari, berkeringat di malam hari, badan semakin kurus, dan sering tampak lemas atau pucat.

Tb, dijelaskan Hadiarto, dapat diketahui dari pemeriksaan dahak. “Saat ketahuan positif dalam dahak, kurang lebih dua bulan kemudian, penularannya baru diketahui. Andalkan ketularan, tidak semua akan sakit. Perbandingannya 1 dari 10 orang yang akan sakit,” tuturnya.

Penularannya lewat percikan dahak yang mengandung kuman, bertebaran di lantai dan di udara dalam rumah. Hadiarto menyarankan jika ada tanda-tanda batuk, pembantu bisadiminta mengenakan masker agar kuman tidak menyebar dan segera periksa ke dokter.

Selain Tb, ada pula kekhawatiran penyakit kudis dibawa kaum pendatang.

Ari mengungkap, “Biasanya, di kampung mereka mandi tanpa memperhatikan airnya bersih atau tidak. Faktor inilah yang menjadi sumber penyebab mereka dapat terkena kudis.”

Untuk mengetahuinya, coba lihat apakah ada bagian yang merah di sela jari-jari tangan. Coba lihat juga, apakah mereka kerap menggaruk-garuk kulit.

Kudis ditularkan melalui1 kontak yang cukup lama dan berulang melalui proses garakan. Selain pola menjaga kebersihan diri, air yang digunakan untuk membersihkan badan pun harus selalu bersih.

Yang jelas, segera ajak si embak memeriksakan diri ke dokter jika memang ia dihinggapi kudis. Kita tak ingin seluruh penghuni rumah menggaruk-garuk, kan?

  • Comments
Leave a Reply

Logged in as - Log out

Reply to:

2014 © Dokter Spesialis Paru